Kami Muslim tidak merayakan tahun baru

0
85

meramaikan atau membantu mempublikasikan. Allah berfirman:

“Sesungguhnya orang-orang yang suka perkara keji (fakhisyah) itu tersebar di tengah-tengah orang Mukmin, maka mereka berhak mendapatkan azab yang pedih di dunia dan akhirat.” (QS an-Nur [24]: 19)

Para ulama dahulu juga telah jelas menyatakan haramnya menghadiri perayaan hari raya kaum kafir. Imam Baihaqi menyatakan, “Kaum Muslimin diharamkan memasuki gereja, apalagi merayakan hari raya mereka.” Al-Qadhi Abu Ya’la berkata, “Kaum Muslimin telah dilarang untuk merayakan hari raya orang-orang kafir atau musyrik”. Imam Malik menyatakan, “Kaum Muslimin dilarang untuk merayakan hari raya kaum musyrik atau kafir, atau memberikan sesuatu (hadiah), atau menjual sesuatu kepada mereka, atau naik kendaraan yang digunakan mereka untuk merayakan hari rayanya.” (Ibnu Tamiyyah, Iqtidhâ’ al-Shirâth al-Mustaqîm, hal. 201).

Tak sepantasnya umat Islam terpedaya ikut merayakan Natal dan hari raya agama lain, sebab hal itu merupakan tasyabbuh. At-Tasyabbuh secara bahasa diambil dari kata al-musyabahah yang berarti meniru atau mencontoh, menjalin atau mengaitkan diri, dan mengikuti. At-Tasybih berarti peniruan. Dan mutasyabihah berarti mutamatsilat (serupa). Dikatakan tasyabbaha bihi artinya serupa dengannya, meniru dan mengikutinya.

Tasyabbuh yang dilarang dalam Al-Quran dan As-Sunnah secara syar’i adalah menyerupai umat agama lain dalam segala bentuk dan sifatnya, baik dalam aqidah, peribadatan, kebudayaan, atau dalam pola tingkah laku yang menunjukkan ciri khas mereka.

Nabi Muhammad saw bersabda, “Dan pasti kalian akan mengikuti orang-orang sebelum kalian setapak demi setapak dan sejengkal demi sejengkal, hingga kalaupun mereka masuk ke lubang biawak kalian pasti akan mengikutinya.”, Para sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, jejak orang-orang Yahudi dan Nasrani?” Beliau menjawab , “Siapa lagi kalau bukan mereka.” (HR. Muslim no. 2669)

Rasulullah saw juga bersabda, “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka ia termasuk golongan mereka.” (HR. Ahmad dalam musnadnya juz II hal. 50)

Meski terkesan sepele, namun hal-hal yang kecil seperti ucapan selamat suatu perayaan kepada umat agama lain adalah penting dan krusial, sebab hal itu sudah masuk dalam area akidah. Walhasil, umat Islam harus mampu menempa diri mereka dengan pola pikir dan pola sikap yang Islami, sehingga apapun persoalan yang dihadapkan kepada mereka, mereka mampu mengatasi dan menyikapinya sesuai dengan yang digariskan oleh Syara’.

#Yuktarbiyah

#keepistiqomah

#YukHijrah

#YukSedekah

Jadilah bagian dari kebaikan dalam pembangunan Rumah Dakwah muslimah Wahdah Islamiyah Daerah Bombana dengan cara:

Transfer Donasi
Bank Muamalat 8240013420
BNI 05064404680
a.n Asriani Anwar

Nomor Konfirmasi
08124161843

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here