”Ketika Dosa Lama Bersemi Kembali”

0
15

Rasa pilu dan gelisah menjadi teman baru tatkala seseorang kehilangan cinta. Dan, ketika cinta itu bersemi, maka semuanya kembali berubah. Mendungnya langit kini menjadi hamparan warna pelangi yang terasa mendamaikan.

Lantas bagaimana dengan dosa lama yang bersemi kembali? Apakah kita akan sebahagia itu?

Cahaya yang dulu menerangi sudut-sudut qalbu kini hilang, berganti dengan titik-titik gelap yang kembali menyapa dan menempati bagian tubuh tersebut.

Terlebih dahulu kita akan membahas sedikit tentang cahaya itu. Tentu ia tidak sama dengan cahaya lampu jalan yang ada di sekitar rumah kita.

Hidayah

Semua orang muslim tahu apa itu hidayah. Semoga tidak ada yang menyangkal akan hal itu.

Hidayah itu bukan tentang nama seorang wanita. Ia adalah cahaya yang kita sebutkan tadi. Cahaya bagi setiap hati yang merindu akan cinta-Nya.

Ia dapat tumbuh di hati jika si pemilik hati berkehendak ingin memilikinya.

Hati yang enggan tak akan pernah merasakan manisnya hidayah. Manisnya mengalahkan segala jenis madu yang tercipta dan hanya bisa dirasakan oleh jiwa pilihan-Nya.

Ya, Allah memilih. Sebab tak semua manusia ingin dipilih.

Jika dulunya kita adalah seorang pendosa hebat, sementara hari ini kita telah bertaubat dengan hijrah meninggalkan semua dosa itu, mungkin benar Allah telah memilih kita.

Tapi, bagaimana dengan yang sampai detik ini masih menikmati dosa-dosanya?

Hidup berpuluh-puluh tahun dengan nafas gratis dari Allah, tapi masih enggan meninggalkan semua aktivitas dosanya, bahkan memilih untuk bersikap angkuh dengan semua aturan dari Allah.

Hidayah tak akan hidup di hati yang angkuh. Ia adalah cahaya untuk hati yang senantiasa merendah dengan mengharap kasih sayang dan takut akan murka.

Allah menjelaskan ini melalui firman-Nya:
“Sesungguhnya engkau (Muhammad) tidak akan dapat memberi hidayah (petunjuk) kepada siapa yang engkau kasihi, tapi Allah memberi hidayah kepada orang yang Dia kehendaki, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.” (QS. Al Qashas: 56).

Sebab turunnya ayat ini berkaitan dengan meninggalnya Abu Thalib yang masih dalam keadaan belum beriman (musyrik). Padahal Abu Thalib adalah paman Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam yang semasa hidupnya selalu membantu dakwah beliau.

Sekali lagi, Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.

Sisi dzohir yang terlihat bisa jadi tidak sejalan dengan apa yang tersimpan dalam hati. Dan, Allah lebih tahu dengan itu semua.

DLBK (Dosa Lama Bersemi Kembali)

Merasakan manisnya hidayah merupakan karunia terbesar dalam hidup ini, sebab ia lebih mahal dari segalanya. Ia adalah petunjuk jalan menuju keabadian terindah (surga).

Bagi mereka yang telah mendapatkan petunjuk itu, akan mulai menanggalkan satu persatu pakaian jahiliyahnya. Sedikit demi sedikit mulai mengamalkan ilmu sunnah yang telah diketahui dengan penuh ketulusan.

Namun, dalam perjalanannya, akan muncul tanya: Apakah kita akan terus berada di jalan yang sama? Mampukah kita untuk istiqomah?

Di tengah fitnah yang kini mendunia, ada banyak keindahan fana yang selalu merayu. Seolah ingin menjadi benalu dalam damai yang telah ada.

Berapa banyak saudara kita yang dulunya hidup dengan ketaatan, lalu tiba-tiba beralih kembali ke kehidupan yang gelap penuh dosa?

Berapa banyak dari kita yang telah menutup aurat dengan sempurna, tapi sekarang mulai menanggalkan kembali kaos kaki yang selama ini menutup bagian dari auratnya?

Yang dulunya sangat benci dengan musik, sekarang dengan santainya menikmati setiap irama yang keluar dari gadgetnya, mengecilkan volumenya pun tak kuasa.

Dua sejoli yang dulu berpisah karena Allah kini merajut kembali tali maksiat yang katanya itu tali “silaturahim”. Mulai mengirimkan pesan singkat yang isinya saling mengingatkan untuk ibadah.

“Assalamu’alaikum Ukhty, jangan lupa sholat tahajud yaa..” kata si ikhwah dalam chatnya.

Hey, are U okay? Tidak seperti itu caranya.

Tapi sudahlah, realitas saat ini memang seperti itu adanya. Saya ataupun Anda semua tidak bisa menjudge siapa dari kita yang paling berdosa.
[07.45, 8/11/2021] Kk rosna: Kitapun memiliki banyak aib yang masih Allah sembunyikan dari mata-mata manusia.

Ketika dosa lama bersemi kembali, itu menunjukan kita tidak sedang baik-baik saja. Ada hati yang berhasil masuk dalam jeratan nafsu, meruntuhkan bata-bata keimanan yang telah lama dibangun.

Kondisi itu membuat kita lupa dengan seberapa jauh kaki ini telah melangkah meninggalkan ketaatan kita pada-Nya.

Dalil-dalil tentang muhasabah telah lama terlupa dari ingatan. Menganggap yang salah adalah benar.

Sungguh, kebutuhan kita akan hidayah bukan saat ini saja, melainkan untuk selamanya.

“Wahai hamba-hamba-Ku, kalian semua tersesat kecuali orang yang Aku beri petunjuk, maka mintalah petunjuk kepada-Ku, niscaya akan Aku berikan petunjuk kepada kalian.” (HR. Muslim).

Allah Subhanahu Wa Ta’ala dengan kasih sayang-Nya masih mengingatkan kita melalui hadits Qudsi tersebut untuk senantiasa meminta petunjuk. Sebab ujian ini memang berat, bahkan sangat berat.

Ketika badai fitnah terus melanda, kita seperti menggenggam bara api. Panas dan sakit tak terkira adalah rasanya.
Demi sebuah kerinduan akan pertemuan dengan Rabbul ‘Alamiin mau tidak mau kita harus tetap tegar menggenggamnya.

Hanya kepada Allah kita meminta agar hidayah itu bisa tetap tinggal di sini, di hati kita.

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ

Artinya: Wahai Dzat yang membolak-balikan hati, teguhkanlah hatiku di atas agamamu.  

Wallahu a’lam bisshowab..

Creativewriting

Muslimahmenulis


Kunjungi kami:
📡muslimah.wahdahbombana.or.id
🌎Fp: Muslimah Wahdah Bombana
📸 Ig: Muslimah Wahdah Bomban

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here